10 Kontroversional Dalam Ajang Piala Dunia Selama 10 Tahun Terakhir

Apakah anda lelah membaca rumor transfer kuno yang selalu sama dan berbagai prediksi sepakbola lainnya? Kini, anda telah berada dalam postingan artikel yang tepat. Disini, saya akan memaparkan momen-momen paling kontroversional yang terjadi didalam dunia sepakbola internasional selama 10 tahun terakhir. Mulai dari “Battle of Nuremberg”, “Tangan Tuhan” versi Henry”, dan momen kontroversional lainnya yang akan saya goreskan dibawah ini.

  1. Simunic mendapatkan 3 kartu kuning

Josip Simunic adalah satu-satunya pemain dalam sejarah Piala Dunia yang pernah mendapatkan 3 kartu kuning. Selama pertandingannya menghadapi timnas Australia di Piala Dunia 2006, Simunic menerima kartu kuning pertamanya di menit-61 karena melakukan pelanggaran keras terhadap Harry Kewell. Pada menit ke-90, ia mendapatkan kartu kuning kedua – namun tidak dikeluarkan. Dia kemudian menerima kartu kuning ketiga dan akhirnya kartu merah karena mendorong wasit Graham Poll setelah pertandingan usai. Meskipun wasit terlihat ceroboh didalam pertandingan tersebut, hal ini tidak membebani Australia sama sekali.

  1. Pelanggaran yang tak terlihat

Ini adalah momen kontroversional yang menghalangi salah satu satu “comebacks” paling menakjubkan dalam sejarah Piala Dunia. AS tertinggal skor 0-2 saat menghadapi Slovenia di babak pertama, dan secara ajaib berjuang keras serta memenangkan pertandingan berkat sundulan cantik dari Maurice Edu – jika bukan karena bantuan wasit Koman Coulibaly.

Coulibaly akhirnya mengesahkan gol tersebut padahal nyatanya, Edu tampak melakukan pelanggaran yang tak terlihat – sebuah pelanggaran yang ia tolak untuk diceritakan kepada para pemain setelah kejadian tersebut. Banyak pihak yang mempertanyakan kredibilitas Coulibaly dan menuduh dirinya telah menerima sejumlah uang sebelum pertandingan dimulai. Namun kita seharusnya tidak terlalu mengeluh tentang kontroversi ini, karena pertandingan ini memberikan ruang bagi salah satu momen paling mendebarkan dalam sejarah sepakbola Amerika Serikat.

  1. Lampard – Kurangnya sistem GLT (Goal Line Technology) yang baik

Ada banyak diskusi menjelang digelarnya Piala Dunia 2010 terkait apakah FIFA harus memasang teknologi garis gawang (Goal Line Technology) untuk ajang terakbar ini. Namun, ada alasan yang kuat bagi FIFA untuk menerapkan sistem GLT setelah Inggris menjadi korban saat melawan Jerman di babak kedua. Frank Lampard mencetak gol dari tendangan voli ke gawang Jerman yang dijaga Manuel Neuer yang terlihat jelas melewati garis – namun tidak disahkan oleh hakim garis dan wasit. Padahal, apabila gol ini disahkan, maka akan menjadi momentum terbaik menjelang turun minum. Haruskan FIFA lebih mengalahkan teknologi daripada penglihatan manusia? Frank Lampard mungkin setuju.

  1. “Battle of Nuremberg”

Frankonstadion selamanya akan diingat untuk pertandingan yang berlangsung di Piala Dunia 2006. Pertandingan yang dikenal dengan julukan “Battle of Nuremberg” antara Portugal dan Belanda ini membukukan rekor catatan kedisiplinan yang membuat sebagian besar orang bertanya-tanya, “Mengapa sang wasit Valentin Ivanov mengeluarkan 16 kartu kuning dan 4 kartu merah selama pertandingan berlangsung dan membuat beberapa keputusan kontroversial didalam pertandingan tersebut?”.

  1. Kartu merah Rooney

Inggris dengan sabar menjejakkan langkahnya ke babak semifinal Piala Dunia 2006, sehingga membuat mereka dapat bermimpi lebih jauh disini. Hanya dua tahun setelah dieliminasi oleh Portugal di perempatfinal Euro 2004, Inggris berada di posisi puncak untuk membalaskan dendamnya pada ajang ini.

Memasuki menit ke-62 dan skor masih 0-0, membuat Wayne Rooney memanas yang membuatnya menginjak area selangkangan Carvalho dan kemudian dikeluarkan oleh wasit. Namun, jika anda melihat videonya, sang wasit sebetulnya tidak bereaksi dengan tindakan Rooney saat ia mendorong rekan setimnya di Manchester United – Cristiano Ronaldo. Inggris akhirnya kalah dalam drama adul pinalti dan sampai saat ini masih belum bisa masuk ke babak semifinal Piala Dunia.

  1. Tindakan nekat dari Suarez

Anda tidak bisa melewati daftar kontroversi dari dunia sepakbola jika tidak menampilkan namanya, Luis Suarez. Meskipun pemain ini diakui sangat berbakat di sepakbola, ia adalah salah satu dari sekian pesepakbola yang sangat kontroversional. Ia pernah dengan sengaja mengagalkan langkah Ghana untuk melaju ke semifinal di Piala Dunia. Atas tindakannya tersebut, Suarez menjadi pemain yang paling dibenci oleh jutaan penggemar sepakbola di dunia. Terlepas dari apakah anda menganggap aksi Suarez ini dapat dibenarkan untuk sementara waktu, tetapi anda harus menyetujui bahwa taktik seperti ini pasti akan menjadi sebuah kontroversi.

  1. Qatar menjadi tuan rumah ajang Piala Dunia 2022

Jika Qatar benar-benar terwujud menjadi tuan rumah dari ajang Piala Dunia 2022, jalannya pertandingan selamanya akan tercemar oleh proses seleksi yang kontroversional. Meskipun awalnya dianggap sebagai perkiraan semata, entah bagaimana ceritanya, Qatar berhasil memenangkan pemilihan panitia FIFA meskipun ada sejumlah resiko besar dari penawaran tersebut (panas yang menyengat, jumlah stadion yang minim dan lain sebagainya). Anggapan umum dari seluruh dunia adalah bahwa anggota FIFA telah menerima sedikit uang tutup mulut dalam pemungutan suara ini.

Sejak pemungutan suara digelar, Mohammed Bin Hamman (pemimpin utama dibalik kampanye Qatar) telah dilarang secara permanen oleh FIFA karena tuduhan penyuapan dan mereka mengklaim bahwa hasil pemungutan suara tersebut telah dicurangi.

Kata Qatar dan kontroversi sepertinya tidak bisa menjauh satu sama lain.

  1. Gol “Tangan” Henry

Ini adalah momen dimana satu orang menjadi musuh bagi 4 juta orang. Terciptanya gol dengan bantuan dari sentuhan tangan cukup untuk menghancurkan harapan timnas Irlandia untuk bermain di final Piala Dunia dan membuat gerah Asosiasi Sepak Bola Irlandia serta mereka mulai mengajukan keluhan kepada FIFA. Asosiasi Sepak Bola Irlandia memohon FIFA untuk memutar ulang rekaman pertandingan karena sang wasit dinilai tidak berkualitas dalam memimpin pertandingan, namun FIFA menolak permintaan tersebut karena adanya hukum dibalik pertandingan itu.

  1. Sundulan Zidane

Terlepas dari semua yang Zidane raih didalam karirnya yang terbilang luar biasa, ia akan selalu dikenang secara kontroversial karena menyundul dada Marco Materazzi di babak perpanjangan waktu final Piala Dunia 2006. Namun, sundulan Zidane bukanlah yang membuat momen ini begitu kontroversial di mata para penggemar sepakbola Perancis. Ini dikarenakan posisi wasit tidak berada di dekat pasangan tersebut saat kejadian itu terjadi. Materazzi bisa dengan mudah mengatakan hal-hal yang bisa membuat Zidane menerima kartu kuning ataupun merah, yang tentunya akan mengubah pola permainan sepenuhnya. Namun karena wasit hanya melihat sebuah pelanggaran, ia pun berdiri diatas Italia yang sedang sekarat – dan tidak mempunyai pilihan lain selain mengeluarkan Zidane dan memupuskan harapan timnas Perancis untuk mendapatkan gelar Piala Dunia.

  1. Keberhasilan timnas Korea Selatan yang mencurigakan

Momen kontroversial yang dilakukan Korea Selatan untuk masuk ke babak semifinal Piala Dunia 2002 di kandang sendiri paling layak mendapatkan perhatian nomor satu. Korea Selatan yang dianggap sebagai “pemanis” diatas lapangan hijau ternyata dapat mengalahkan tim-tim papan atas seperti Portugal, Italia, Spanyol, serta dengan mudah membuka jalannya untuk finish diurutan keempat. Tentunya, banyak pihak yang meyakini bahwa perjalanan KorSel untuk masuk ke semifinalnya yang terbilang ajaib ini tidak diraih dengan cara yang jujur – terutama karena bantuan sang wasit. Setiap peluit berbunyi – entah itu offside atau pelanggaran lainnya – tampaknya selalu menguntungkan KorSel – yang dituding diatur oleh FIFA dalam upaya untuk membuat penggemar lokal menjadi tertarik.

Wasit yang menangani pertandingan kontroversial antara Korea Selatan vs Italia, Byron Moreno, mendapatkan skor 20 pertandingan setelah ajang Piala Dunia selesai – dimana ia kedapatan meminta 6 menit sebelum peluit panjang pertama dibunyikan dan kemudian membiarkan waktu berjalan selama 13 menit agar kedua tim dapat bermain seru dan mencetak gol.

Wasit tersebut juga dikabarkan telah menerima satu unit mobil dari presiden Asosiasi Sepakbola Korea Selatan, Chung Mong-Joon karena “mendukung timnas tuan rumah” di perempatfinal Piala Dunia.

Dan kemudian, keajaiban pun terjadi. Italia mengangkat koper.

Itulah kejadian-kejadian yang pernah terjadi pada saat piala dunia 10 tahun terakhir. Biasanya kejadian-kejadian ini sangat mempengaruhi skor yang akan terjadi dalam setiap laga pertandingan. Jadi bagi yang bermain taruhan bola harus selalu siap-siap mengalami kejadian-kejadian yang mungkin membuat anda kalah ataupun menang.

Taruhan judi bola bisa kalian mainkan setelah kalian membaca cara daftar sbobet bola online yang diulas pada halaman utama situs ini.