10 Momen Di Piala Dunia Yang Paling Dikenang

Piala Dunia telah menyajikan pertandingan akbar setiap 4 tahun yang membuat kita semua bangkit dari tempat duduk, menatap dengan takjub dan berteriak dengan penuh semangat. Di lain waktu, ajang ini dapat membuat kita sedih, hancur ataupun bosan. Sejak diperkenalkan di tahun 1930, FIFA World Cup memberikan setiap penggemar sepakbola di seluruh dunia tentang menyalurkan emosi dan inilah yang menjadikannya sebagai salah satu ajang olahraga terbaik di dunia – dan selalu terbaik.

10 Momen Di Piala Dunia Yang Paling DikenangDidalam daftar kali ini, kita akan melihat 10 momen dari pertandingan paling berkesan yang pernah terjadi. Disini saya akan berfokus pada beberapa momen yang tidak akan terlupakan dalam sejarah Piala Dunia, karena alasan yang baik dan buruk.

Brazil di tahun 1950

Menjadi Piala Dunia yang pertama diadakan setelah Perang Dunia II selesai, Brazil – menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya dan banyak yang menerka jika timnas Samba ini akan memenangkan Piala Dunia di kandang sendiri. Di babak final, Brazil hanya membutuhkan satu poin untuk unggul diatas Uruguay dan mengangkat trophi yang didambakannya. Sayangnya, hal ini tidak terjadi: Uruguay sukses mengungguli tuan rumah dengan skor 2-1 dan mendapatkan tropi Piala Dunia keduanya. Final Piala Dunia 1950 memecahkan rekor penonton terbanyak – dan rekor ini pada akhirnya berhasil dipecahkan oleh final Piala Dunia di Amerika Serikat pada tahun 1994.

Amerika Serikat di tahun 1994

Jumlah penonton yang hadir pada ajang Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat rata-rata sekitar 69.000, dan masih menjadi rekor final Piala Dunia hingga hari ini. Selama berjalannya ajang ini, banyak sekali kejutan-kejutan yang terjadi seperti Bulgaria yang mengalahkan Jerman, dan Swedia yang melaju ke tempat ketiga. Brazil akhirnya mengalahkan Italia dalam pertandingan yang menegangkan di final. Timnas Amerika Serikat sendiri terdiri dari segudang pemain yang tidak memiliki klub, namun akhirnya berhasil lolos ke putaran kedua, dan MLS didirikan beberapa tahun kemudian. Sayangnya, Piala Dunia 1994 juga akan selalu diingat karena salah satu bek Kolombia yang bernama Andres Escobar tewas dibunuh saat kembali ke negaranya setelah ia menciptakan gol bunuh diri yang menyingkirkan Kolombia dari ajang tersebut.

Swiss di tahun 1954

Final Piala Dunia pertama dan satu-satunya yang diselenggarakan di negara yang menjadi tempat kantor pusat FIFA, Piala Dunia 1954 di Swiss menggunakan format sistem gugur setelah melewati fase penyisihan grup. Timnas Hungaria yang saat itu dikenal sebagai Magical Magyars – yang diisi dengan Ferenc Puskas dan Sandor Kocsis memimpin sisi depan – menuju ke babak final dan takluk 0-2 dari Jerman Barat, ini adalah final yang dikenal dengan julukan “The Miracle of Bern”. Final Piala Dunia di Swiss juga mencatatkan rekor rata-rata gol tertinggi per pertandingan (5,38), dan ajang ini juga diingat karena “Battle of Bern” yang menegangkan antara Hungaria dengan Brazil.

Italia di tahun 1990

Meskipun ada beberapa pertandingan yang mengesankan, Piala Dunia yang diselenggarakan di Italia di tahun 1990 akan diingat karena betapa buruknya kualitas permainannya: dengan rata-rata jumlah gol yang dicetak per pertandingan adalah 2,21 – yang masih dianggap terendah hingga saat ini. Sebanyak 16 kartu merah dibagikan selama turnamen berlangsung, dan menjadi rekor saat itu. Namun ada kenangan yang begitu melekat disini: Roger Milla yang saat itu berusia 38 tahun turun dari bangku cadangan untuk mencetak dua gol bagi timnas Kamerun dan David O’Leary mencetak gol terakhir dalam drama adu pinalti bagi timnas Irlandia yang menyingkirkan Romania pada babak 16 besar.

Inggris di tahun 1966

Banyak yang tidak percaya bahwa “rumahnya sepakbola” hanya menyelenggarakan pargelaran terbesar ini baru satu kali, Inggris melakukan segala upaya untuk memastikan pargelaran ini layak diterima – baik untuk dunia maupun untuk dirinya sendiri. Kejutan terbesar datang dari timnas Korea Utara yang mengalahkan Italia dengan skor 1-0 dan kalah dalam pertandingan seru saat melawan tim Portugal (yang saat itu dipimpin oleh Eusebio) dengan skor 5-3. Akhirnya, Inggris mengalahkan Jerman Barat setelah Geoff Hurst mencetak dua gol pada masa perpanjangan waktu untuk memberikan Inggris sebuah gelar Piala Dunia pertama dan satu-satunya. Belum ada satupun tim yang mampu membawa Inggris mencapai ajang final sejak saat itu.

Jerman di tahun 2006

Meskipun final Piala Dunia 2006 yang diselenggarakan di Jerman mungkin lebih diingat karena kasus Zinedine Zidane yang menyundul dada Marco Materazzi sehingga membuat Zidane mengakhiri karir sepakbolanya dengan cara yang tidak pantas, ajang ini masih memiliki momen yang dapat membuat emosi penonton berkecamuk. Gelandang Argentina lincah saat itu, Esteban Cambiasso mencetak dua gol saat menggilas Serbia Montenegro dengan skor telak 6-0, Brazil – yang diperkirakan akan menjuarai turnamen ini – disingkirkan oleh Perancis di perempatfinal, dan Italia yang berhasil mencetak dua gol hanya dalam kurun beberapa menit (di masa perpanjangan waktu) saat melawan Jerman di semifinal.

Meksiko di tahun 1986

Terhitung negara Meksiko sudah menggelar ajang Piala Dunia sebanyak 2 kali – pertama di tahun 1970 dan 1986. Di ajang ini, ada Maradona yang fenomenal. Ya, pada final tahun 1986 ini; Diego Maradona mencetak gol “Tangan Tuhan”, ia juga menggiring bola melewati lima pemain Inggris di perempat final – pada perempat final ini, pemenang tidak diputuskan melalui adu pinalti – maka dari itu, Maradona mencetak gol kedua dengan meninju bola yang akhirnya berbuah gol. Timnas Argentina akhirnya maju ke final, dan berhasil mengalahkan Jerman Barat dengan skor 3-2.

Meksiko di tahun 1970

Piala Dunia 1970 di Meksiko akan diingat terus karena menampilkan tim-tim terhebat yang pernah ada kala itu untuk mengikuti ajang Piala Dunia ini: timnas Brazil yang berhasil memenangkan gelar ketiganya bersama Pele, Jairzinho, Rivelino, dan Tostao. Namun ada hal menarik lainnya yang patut diingat: 10 gol dari Gerd Muller yang memberikannya gelar Golden Boot dan membawa Jerman Barat menduduki peringkat ketiga.

Perancis di tahun 1998

Ajang Piala Dunia 1998 adalah turnamen pertama yang menghadirkan 32 tim (sebelumnya 24 tim). Disini, Ronaldo (bukan Cristiano Ronaldo) berhasil membawa tim-nya ke babak final dan harus tertunduk lesu saat Brazil kalah 3-0 dari Perancis. Sebelum itu, datanglah timnas Kroasia – yang telah melakukan debutnya sebagai negara merdeka di Piala Dunia dan memanfaatkan peluangnya dengan kerja kerasnya, membuatnya duduk di posisi ketiga dengan menampilkan upaya yang menginspirasi di sepanjang turnamen. Tetapi tentunya, ada tuan rumah (Perancis) yang memenangkan semuanya di kandangnya setelah gagal meraih gelarnya di Piala Dunia 1994. Saat itu, timnas Perancis diisi oleh pemain-pemain berbakat di eranya – seperti Zinedine Zidane, Patrick Vieria, Lilian Thuram, Fabien Barthez, Claude Makelele, Thiery Henry dan masih banyak lagi.

Spanyol di tahun 1982

Paolo Rossi baru saja kembali ke ajang bergengsi ini setelah mendapatkan larangan dari FIFA selama 2 tahun menyusul keterlibatannya dalam skandal pengaturan pertandingan. Dia mengakhiri karirnya di Piala Dunia dengan memenangkan Golden Boot dimana dirinya mencetak 6 gol dan membawa Italia duduk di urutan ketiga. Saat-saat tak terlupakan lainnya termasuk Jerman Barat harus takluk di penyisihan grup oleh debut Aljazair, dan kiper Jerman Barat bernama Harald Schumacher meninju pemain Perancis – Patrick Battiston hingga tak sadarkan diri saat mereka bertemu di semifinal.

Kalian bisa menikmati pertandingan piala dunia 2018 di Rusia dengan melakukan taruhan judi online pada sbobet. Kalian bisa bergabung dengan membaca cara daftar sbobet bola online terbaik yang kami suguhkan. Bagi yang pemula, mungkin tidak menggerti cara bermain judi pada sbobet. kalian dapat mempelajarinya melalui cara main sbobet bola online ini.