Ini Dia Pemain Poker Profesional Dunia Dari Medan

Advertisement
Advertisement

John Juanda

Johnson “John” Juanda lahir pada tanggal 8 Juli 1971 di kota Medan, Sumatera Utara merupakan seorang pemain poker profesional yang bertempat tinggal di Marina del Rey, California. Dia sudah memenangkan 5 kali pertadingan tournamen poker dunia WSOP.

Awal Kehidupan Di USA

Kehidupan John sebelum tinggal di Amerika Serikat lebih banyak di Indonesia saja. Setibanya di USA pada tahun 1990 untuk mendaftar pada Universitas Oklahoma.Pada saat itu John juga merupakan bintang atlik lari sprint jarak 200 meter hingga 5.000 meter dalam kampusnya.

John mendapatkan gelar MBA nya saat kuliah di Universitas Seattle, tapi pendidikan yang paling berguna sebenarnya didapatkan setiap liburan malam minggu ketika belajar bagaimana bermain poker di casino terdekat.

Tentang John Juanda

“Mungkin pemain poker dunia yang paling diremehkan dan diabaikan dalam permainan kita saat ini adalah John Juanda” tulis Daniel Negreanu dalam postingan blognya bertahun-tahun yang lalu. “tanpa pertanyaan, John telah menjadi seorang pemain paling sukses dunia dalam lima tahun terakhir

Konsistensinya tidak tertandingi. Jika harus kamu harus memilih satu orang yang akan duduk di meja final, taruhan terbaik kamu adalah John Juanda. Belakangan saya sering membaca pada di internet dan memperhatikan bahwa nama John jarang disebutkan diantara daftar nama pemain hebat.

Hasil dari permainan yang dihasilkan oleh John membuktikan dia layak mendapatkan tempat diantara para pemain hebat. Dia menghasilan lebih dari $24.6 juta dalam permainan turnamen poker sejak bergabung dalam komunitas poker profesional di sejak tahun 90 an, menjadikannya salah satu pemain poker paling banyak menang sepanjang masa.

Taruhan kelereng untuk mendapatkan uang

Meskipun John belum belajar bagaimana bermain poker sebelum dia pergi ke US untuk kuliah, benih berjudinya sudah tumbuh sejak masa kecilnya di Indonesia.

Juanda yang lahir yang lahir dan dibesarkan di Indonesia adalah anak ke pertama dari empat bersaudara. Dia menghabiskan masa kecilnya tinggal bersama dengan kakek neneknya ketika orang tuanya harus memulau suatu usaha di luat kota Medan.

Terpisah dari orang tuanya tidak membuatnya terpengaruhi oleh keburukan ayahnya yaitu berjudia dan mabok-mabokan dimana tidak pernah dikombinasikan menjadi suatu kemenangan. Ayahnya adalah tipikal orang yang selalu mengatakan lakukan apa yang saya katakan tetapi jangan seperti apa yang saya lakukan. Ayahnya juga selalu mengatakan kepada Juanda untuk tidak berjudi.

Juara pada turnamen poker triton 2017
Juara turnamen Triton poker Asia

Juanda rupanya tidak mendengarkan apa nasihat itu. Dia mulai bermain taruhan kelereng untuk mendapatkan uang pada saat masih SD, meskipun judi bukan besar dalam hidupnya untuk tumbuh dewasa. alih-alih dia adalah anak yang sangat disukai dan menjadi salah satu murid teladan pada saat SMP.

Sebagai anak sulung, Juanda disukai. Tetapi itu tidak membuatnya menjadi kepala besar. Hal lain yang membuatnya rendah hati adalah karena dia adalah anak sulung yang diberikan tanggung jawab dari orang tuanya untuk membantu merawat keluarga hingga akhirnya mendapat tugas untuk bersekolah ke perguruan tinggi di Amerika Serikat.

Dalam pernerbangan ke AS untuk memulai sekolah perguruan tingginya, saat itu jugalah dia baru benar-benar pertama kali merasakan bermain poker. Seorang teman mengajarkannya bermain poker selama perjalanan, jadi meskipun dia hanya bisa berbicara sedikit bahasa Inggires ketika menginjakan kaki pertama kali di tanah Amerika, dia tahu permainan praktis tersebut berkaitan erat dngan sejarah neragar tersebut.

Poker adalah langkah karir selanjutnya

Tidak sampai John menyelesaikan gelar sarjananya dalam bidang pemasaran dan manajemeng di negara bagian Oklahoma, ia pindah ke Seattle untuk bekerja agar mendapat gelar Masternya sehingga ia lebih banyak terlibat dalam poker.

Dia mengerjakan berbagai pekerjaan untuk membayar sekolah, termasuk menjadi pialang saham dan menjual Alkitab, Meskipun beragama Budha seumur hidupnya, Juanda justru memenangkan penghargaan untuk penjualan Alkitab.

Pada akhir pekan di Seattle dia menuju kasino untuk bermain poker. Ia mengasah permainannya dan menemukan dengan cepat bahwa dia bisa menghasilkan uang dengan bermain.

Seperti yang diceritakan Juanda dalam cerita Universitas Settle, “saya akan menghabiskan 12 jam bermain poker, lalu pulang tidur, dan saya tidak sabar untuk bangun dan bermain lagi pada hari berikutnya

Setelah dia menyelesaikan MBA-nya pada tahun 1996, tampak jelas bagi Juanda muda bahwa poker akan menjadi langkah karir berikutnya. Dengan uang yang dimilikinya saat itu, ia gunakan untuk membiayai permainannya pada akhir pekan. Saat itu juga dia mulai menjadi seorang pelain profesional penuh waktu yang mencurahkan waktu dan tenaganya sepenuhnya untuk terjun dalam dunia poker.

Dia melanjutkan untuk bekerja pada permainannya di kasino, akhirnya dia menetap dekat Los Angeles untuk mencari pemain yang berani bertaruh lebih besar.

Karir di Poker

Tahun 2001 dan 2002 John menjadi pemain terbaik “card player magazine” Memenangkan empat gelar “World Series of Poker (WSOP) serta gelar World Poker Open Championship. Pada November 2004, ia memenangkan acara profesional poker tour perdana yang adakan oleh casino Foxwoods di Connecticut.

Pada tahun 2005 dia mendapatkan hampir $500.000 di Monte Carlo, Monako setelah memenangkan turnamen Monte Carlo Millions Consolation. Pada tahun 2006 Juanda mengalahkan Jeff Lisandro, Mike Sexton, Barry Greenstein, Tony Bloom, Tony G, dan Phil Ivey dan mendapatkan hadiah utama sebesar $1.000.000 di Crown Australia Poker Championship.

World Series of Poker bracelets

YearTournamentPrize (US$)
2002$1,500 Triple Draw Lowball Ace to Five$49,620
2003$2,500 Seven Card Stud Hi-Lo Split$130,200
2003$2,500 Pot Limit Omaha$203,840
2008£10,000 No Limit Hold’em Main Event$1,539,250
2011$10,000 2–7 Draw Lowball Championship$367,170

Agama budha dalam kehidupan dan poker

Selain memiliki wajah yang polos, ada beberapa hal yang membuat salah satu pemain terbaik di poker ini tetap dijalur kemenangan. Salah satunya adalah sikapnya yang ramah dan berkepala dingin di meja poker yang bisa membuat orang berpikir dia mungkin penurut tetapi itu sebenarnya hanya cara pengendalian diri yang dia kembangkan melalui agama Budha.

Saya berusaha sekuat tenaga untuk menang, tetapi saya menghormati semua orang yang bermain dengan saya, dan ketika saya kalah, saya tidak marah” kata John dalam artikel Universitas Settle. “Salah satu ajaran agama Budha adalam memiliki rasa keseimbangan. Saya puas melakukan yang terbaik dan tidak memiliki harapan yang terlalu tinggi”

Filosofi itu pasti telah membantu John menjauhkan uangnya serta itu juga yang menjadi strateginya memperlakukan pemain poker profesional seperti bisnis. Selalu mengawasi uangnya. Juanda telah menjadi pemain poker yang selalu menang setiap tahun sejak dia mulai bermain poker secara profesional.

Dia juga cukup bertanggung jawab untuk menginvestasikan sebagian kemenangannya dan menyimpannya untuk masa depan.

Kunci sukses lainnya yang dia dapatkan dari kekurangannya dalam berbahsa Inggris pertama kali pada saat ke Amerika menjadikan ilmu paling berharga. Disaat orang berbicara kepadanya, John tidak menggerti sama sekali, John hanya melihat gestur dan bahasa tubuh dari orang tersebut dan menebak-nebak apa yang dikatakan oleh orang itu. Ini mendidik ia untuk menebak setiap gerakan yang dihasilkan dari setiap perkataan dan ekspresi.

Ada pemain poker di seluruh dunia yang bisa membuktikan betapa berharganya bakat yang ada di meje saat mereka mempelajari bahasa tubuh masing-masing lawan. Terlepas dari keahliannya, bukan minatnya sendiri untuk bermain Juanda bermain poker, akan tetapi kesuksesannya dalam permainannya yang membuatnya tertarik untuk terus bermain poker.

Dalam beberapa tahun belakangan John Juanda tinggal di Tokyo, Jepang. Tempat dimana sekarang dia bermarkas. Penampilannya di Amerika Utara terbatas tetapi dia terus menggumpulkan skor di Korea, Macau, Filipina, dan Eropa.

Tidak diketahui apakah John sering bermain poker pada poker online atau tidak. Kita sangat berharap sekali kepada John untuk bermain juga di perusahaan IDNPLAY poker Indonesia.

Yuk jadi lah si John Juanda berikutnya yang mewakili Indonesia dalam tournamen poker dunia, caranya dengan bermain berlatih poker di poker online Indonesia.