Antanas Guoga, Seorang Politisi Yang Meraih Sukses di Poker

Advertisement
Advertisement

Antanas Guoga, seorang pemain poker professional yang dilahirkan pada tahun 1973, tepatnya tanggal 17 bulan Desember di Kaunas, Lithuania. Dia lebih dikenal orang banyak dengan sebutan Tony G, selain sebagai pemain poker, Guoga juga merupakan seorang pebisnis, politisi, dan pilantropis di negaranya. Sepanjang tahun 2014 sampai dengan tahun 2019, dia tercatat sebagai anggota Parlemen Eropa dari partai Pergerakan Liberal, dan dari tahun 2016 merupakan anggota European Peoples Party. Pada bulan Mei 2016, Guoga didaulat sebagai pemimpin sementara partai Pergerakan Liberal dikarenakan kasus skandal suap yang menimpa petinggi partai Eligijus Masiulis yang mengharuskan dirinya mundur dari jabatannya, dan juga dikarenakan adanya potensi aktifitas korupsi yang dilakukannya.

Biografi Guoga

Guoga menghabiskan masa kecilnya di kota Kaunas dan di distrik Alytus (Kalesninkai) di Lithuania. Saat Guoga berusia sebelas tahun, dia dan keluarganya pindah ke Australia. Guoga bertempat tinggal di Melbourne dimana merupakan asal dari dia lulus sekolah,dan termasuk saat dia bekerja di beberapa tempat yang berlainan, termasuk didalamnya saat dia bekerja di tempat perbaikan mesin jahit dan pencucian mobil.

Keluarga Guoga

Sejak tahun 2014, Guoga telah menikah dengan seorang wanita cantik bernama Aistė Šlapokaitė, lulusan mahasiswa jurusan psikolog dan juga seorang poto model terkenal untuk brand baju yang terkenal seperti Armani Jeans, Prada, dan Max Mara. Guoga dan Šlapokaitė bertemu saat Šlapokaitė sedang merayakan ulang tahunnya yang ke tiga puluh di sebuah klub malam bernama Vilnius. Guoga juga telah dikaruniai seorang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan dari pernikahan sebelumnya.

Karir Politik Guoga

Guoga juga adalah seorang anggota grup Alliance of Liberals and Democrats, sebuah grup gabungan dari dua partai yang terdapat pada Parlemen Eropa, sampai dengan tanggal  Oktober tahun 2016. Dia menjadi anggota European People’s Party yang mana merupakan sebuah grup besar di Parlemen. Dia bekerja pada bidang kebijakan digital pada Internal Market and Consumer Protection Committee (IMCO).

Guoga juga aktif terlibat dalam beberapa topik yang sering diadakan Digital Single Market. Menjadi seorang entrepreneur untuk dirinya sendiri, Guoga bekerja untuk kondisi yang lebih baik bagi dunia bisnis di Eropa, khususnya pada sektor tekhnologi. Yang mana pada kondisi tersebut, termasuk didalamnya pembuatan beberapa regulasi, kurangnya birokrasi, dan kebijakan yang berpengaruh pada inovasi dan pengembangan usaha.

Pada tahun 2015, Guoga terpilih sebagai perwakilan dari Lithuania pada daftar POLITICO 28. Surat kabar mingguan yang beredar di Eropa, memilih satu orang dari 28 anggota Negara – Negara yang tergabung dalam Uni Eropa yang dianggap berpengaruh di Eropa.

Guoga adalah salah satu yang terpili sebagai wakil ketua dari Parlemen Eropa yang didelegasikan untuk Armenia, Azerbaijan dan Georgia, tercatat sebagai anggota Euronest Parliamentary Assembly, yang juga anggota subtitusi untuk delegasi yang ditugaskan ke Swiss dan Norwegia pada acara EU-Iceland Joint Parliamentary Committee dan juga pada European Economic Area (EEA) Joint Parliamentary Committee. Guoga juga merupakan seorang anggota tambahan dari Employment and Social Affairs Committee (EMPL).

Guoga merupakan seorang pembuat kode dan ambassador edukasi wiraswasta di Lithuania. Pada tahun 2016, dia meluncurkan gerakan Coder Dojo di Lithuania dan merupakan satu dari penyelenggara klub pemrograman berusia 7-17 tahun yang sedang berkembang di Negara ini.

Dalam rentang waktu empat tahun belakangan, sepanjang tahun 2015, 2016, dan 2017 dia mengorganisir acara pengembangan wiraswasta dan ICT terbesar yang diselenggarakan di Baltics #SWITCH! Acara ini dalam rentang waktu 4 tahun mengalami pertumbuhan mencapai 60%, dari yang sebelumnya 6000 partisipan pada tahun 2015, kemudian berkembang menjadi 15 ribu partisipan pada tahun 2018. Sekitar 200 pembicara dari 16 negara telah menjadi partisipan pada acara ini. Diantara para peserta merupakan Vice-President dari European Commission for the Digital Single Market Andrus Ansip, Vytenis Andriukaits, EC Commissioner dan perwakilan dari para pemimpin teknologi seperti Microsoft, Amazon, Google, Facebook, Uber, Allegro, Dash, Dell, Oath, Nasdaq, Mastercard, Tele2.

Pada tahun 2016-2017, GUoga menjadi kepala kantor investasi untuk walikota Vilnius.

Guoga juga dinominasikan sebagai kandidat untuk pemilihan Parlemen Eropa pada kongres musim panas yang diselenggarakan Liberal Movement pada bulan Juni 2013.

Guoga merupakan daftar kedua dari Lithuanian Liberal Movement pada daftar pemilihan Parlemen Eropa tahun 2014, dan juga terpilih sebagai MEP dengan total 97,907 pada daftar teratas.

Karirnya di Poker

Saat masih kanak-kanak, Guoga merupakan juara dari pertandingan Rubik’s Cube di Lithuania sebelum ia pindah ke Melbourne, Australia, pada saat berusia 11 tahun. Kemudian dia mulai bermain poker saat berumur 18 tahun, dan dia dikenal sering mengeluarkan kata-kata aneh saat bertanding dan juga merupakan seorang yang sering terkena intimidasi dari para lawannya. Dia kemudian berhasil menempati posisi elima pada ajang World Poker Tour Grand Prix de Paris 2003. Dia mendapatkan dua kali kemenangan pada ajang 2004 World Series of Poker di turnamen Seven-card Stud dan Pot Limit Texas Hold’em dan tiga bulan kemudian dia mendapatkan hadiah uang terbesar dari turnamen yang diikutinya saat dirinya mengikuti ajang World Poker Tour Grand Prix de Paris 2004, dimana dia berhasil menempati posisi kedua pada ajang England’s Surinder Sunar yang mendapatkan hadiah sebesar $414,478. Dia kembali mendapatkan kemenangan pada bulan yang sama di World Poker Tour 2004 Mirage Poker Showdown. Pada tanggal 7 bulan Agustus tahun 2005, dia memenangkan turnamen £5,000 No Limit Hold-Em Main Event pada ajang European Poker Championships, dan mendapatkan uang tunai senilai kurang lebih $456822. Pada akhir tahun 2005, dia mencapai meja final World Speed Poker Open.

Pada tahun 2006, kembali dia mencetak kemenangan, kali ini pada turnamen World Poker Tour Bad Boys of Poker II dimana kartunya berhasil mengalahkan susunan kartu Mike Matusow pada pertandingan final. Dia mengenakan kimono sepanjang permainan untuk mempromosikan poker di Jepang. Juga pada tahun 2006, dia menempati posisi kedua setelah Yosh Nakano sementara dia mempromosikan Australia pada acara Inaugural Intercontinental Poker Championship, membawa pulang $150,000. Berdasarkan reputasinya, Tony G mengeluarkan banyak kata-kata verbal yang menggertak lawannya, yang paling sering tercatat saat dia mengalahkan pemain poker asal Rusia Ralph Perry di posisi ke empat. Tony G mulai memprovokasi Perry saat dia memutuskan bagaimana dia ingin memainkan permainannya sebelum flop. Saat Perry mengikuti taruhan all-in Tony G, Tony G mulai melancarkan kata-kata verbal yang memalukan. Walau begitu, Guoga merupakan pemain yang memiliki tingkat respek lebih tinggi kepada beberapa pemain, seperti Doyle Brunson, dia menyebutkan bahwa Doyle adalah idolanya, sesaat setelah dia mengalahkan Doyle dalam permainan.

Gampang jika mau menjadi seorang pemain poker profesional. Antanas Guoga yang dulunya seorang politikus saja bisa dengan sangat mudah berpindah menjadi seorang pemain poker profesional tanpa harus meninggalkan pekerjaannya. Di Indonesia juga bisa dilakukan, hanya dengan bermodalkan internet. Pastikan untuk membaca cara daftar poker online di agen Indonesia yang terpercaya. Begitu mendapatkan akun, langsung deposit dan sudah bisa dimainkan. Bermain poker online di Indonesia tidaklah harus harus bekerja sebagai apapun. Asalkan ada uang di kantong, maka sudah bisa memainkannya.