Duel Poker Sengit Erik Seidel vs Johnny Chan di Tahun 1988

Advertisement
Advertisement

Pada artikel kali ini penulis akan membahas tentang dua tokoh yang cukup populer di dunia Poker, dan penulis akan mengupas tuntas tentang kedua pemain tersebut, karena mereka berdua bertemu dalam satu pertandingan yang membuat semua orang menjadi terkesima dan penasaran “Siapakah yang akan menjadi pemenangnya?”

Disini terlebih dahulu kita akan membahas tentang history kedua pemain tersebut.

Check it Out !

Tahukah anda bagaimana cerita panjang perjalanan karier Erik Seidel bermain poker? Mari kita bahas sekarang. Di awal karier Erik Seidel pada tahun 1988, ia membintangi salah satu Acara World Series Of Poker (WSOP) yaitu melawan pemain yang bernama John Chan, Ia mendapat kemenangan pertama dalam Turnamen Poker. Nama Erik Seidel sendiri saat ini sudah memenangkan delapan gelar WSOP dan satu gelar World Poker Tour. Namun terlepas dari karier pokernya yang sukses, ia juga menjadi salah satu orang yang mempunyai penghasilan paling besar di dunia Poker. Sedangkan Johnny Chan, ia adalah orang yang berkewarganegaraan asing yang pertama kalinya memenangkan pertandingan Head – Up final WSOP pada tahun 1988,  namun selain bermain Poker, keluarga Johnny Chan juga memiliki bisnis lain yaitu di bidang usaha restoran cepat saji.

Tentu pertandingan Erik Seidel vs Johnny Chan ini sangat menarik untuk kita saksikan dan kita bahas disini,karena kedua pemain tersebut sama – sama memiliki gelar juara pada event WSOP sebelumnya.

Sekarang kita akan bahas tentang pola permainan yang di terapkan pada saat mereka berdua bertemu dalam satu meja pertandingan. Sangat seru untuk kita bahas, mengingat pertandingan yang berlangsung terjadi sangat seru dan menegangkan. Sampai semua mata yang melihat pertandingan tersebut merasa tegang serta memiliki euphoria yang amat tinggi.

Pada awal pertandingan berlangsung, sang dealer membagikan kartu kepada kedua pemain (Erik Seidel dan Johnny Chan), lalu kedua pemain tersebut membuka kartu yang mereka terima dari tangan dealer. Keduanya terlihat serius dan tegang pada saat membuka kartu yang diberikan oleh sang dealer, penonton pun ikut tegang. Yang pertama kali membuka kartu yaitu Johnny Chan, dan kartu yang dimiliki Johnny Chan adalah kartu J keriting dan 9 keriting, sedangkan kartu yang dimiliki oleh Erik Seidel adalah kartu Q keriting dan 7 hati. Lalu kemudian sang dealer membuka tiga kartu dimeja, yaitu kartu Q sekop, kartu 8 wajik, dan kartu 10 hati, lalu pada putaran pertama Johnny Chan langsung menaikkan pasangan atau yang biasa disebut dengan istilah “raise” sejumlah 40.000 dollar, sedangkan Erik Seidel memilih untuk membalikkan (re-raise) menjadi 50.000 dollar, dan Johnny Chan pun memilih ikut atau yang biasa disebut dengan istilah “call”. Kemudian pada putaran keempat atau “the turn”, dimana kartu yang dibuka oleh sang dealer adalah kartu 2 sekop, dan refer kartu kelima yang dibuka oleh dealer adalah kartu 6 wajik, disini bisa kita lihat dan simpulkan bahwa kartu yang dimiliki Johnny Chan lebih bagus atau lebih berpeluang untuk menang dibanding dengan kartu yang dimiliki oleh Erik Seidel, tetapi karena memiliki mental juara kemudian Erik Seidel pun merasa tidak mau kalah, dan akhirnya di saat putaran terakhir ia langsung mengambil keputusan untuk mengeluarkan seluruh modalnya untuk ditaruhkan, atau biasa disebut dengan istilah “all in’, sedangkan Johnny Chan tanpa berpikir lama langsung mengambil keputusan untuk melakukan “call”. Setelah itu pada akhir putaran permainan, kedua pemain tersebut membuka kartu dimeja, kartu Johnny Chan mendapatkan straight flush, sedangkan kartu Erik Seidel tidak mendapatkan apa – apa dimeja. Semua penonton yang menyaksikan terlihat semakin tegang, sampai pada akhirnya sang dealer memutuskan bahwa yang menjadi pemenang atau juara adalah Johnny Chan.

Disini bisa kita simpulkan perjungan Erik seidel untuk menggalahkan Johnny Chan sanggat sulit, karena kita tahu Johnny Chan bukan lawan yang mudah  untuk dikalahkan, karena Johnny Chan juga sudah banyak mendapat gelar juara dunia poker. Kesimpulan dalam cerita permainan poker kali ini . Bisa lihat kartu Erik Seidel tidak bagus hanya  gertakan musuh saja untuk menurunkan mental lawannya atau down saat diraise.

Dulu disaat internet belum ada, tidak ada satupun pemain poker dunia dapat berlatih pada dunia maya. Kondisi pada saat ini, dunia internet sudah berkembang pesat menjadikan intrernet menjadi salah satu ajang untuk bermain poker online. Bayak orang Indonesia yang bermain poker Indonesia online melalui agen terpercaya disebabkan mudahnya mengakses dan dapat dimainkan dimana saja. Tertarik untuk bergabung, silahkan baca Tutorial Cara Bermain Texas Holdem, aturan dan istilah-istilahnya terlebih dahulu. Apabila ingin mendapatkan bonus maka bertanyalah pada agen melalui live chat atau Whatsapp.

Dengan banyaknya latihan, maka kemungkinan untuk seperti John Juanda akan semakin besar atau mungkin juga akan melahirkan seorang pemain poker baru yang berasal dari Indonesia.

Sekian artikel kali ini, penulis berharap semoga pembahasan pada artikel ini dapat meningkatkan gaya permainan anda dalam bermain poker serta memotivasi kalian agar lebih semangat dalam bermain poker sehingga kalian yang membacanya dapat meraih keberuntungan di bidang poker. Sampai bertemu di artikel selanjutnya. Salam Sejahtera.